Rabu, 05 Desember 2012

Ibu


IBU
Kata paling indah dari bibir manusia adalah kata; “ibu”, dan panggilan paling indah adalah panggilan; “ibuku.” Kata ibu adalah ungkapan yang sarat dengan harapan dan cinta, kata yang manis dan lembut, yang terbit dari kedalaman hati. Ibu adalah segalanya. Dia adalah penghibur kita di kala duka cita, harapan kita di kala sengsara, dan kekuatan kita di saat lemah. Dia adalah sumber cinta, belas kasih, simpati, dan ampunan. Dia yang kehilangan ibunya, kehilangan sebuah jiwa murni yang selalu menjaga dan memberkatinya.
Segala di alam semesta bercakap bahasa ibu. Matahari adalah ibu bagi buminya yang melimpahkan gizi hangatnya; takkan pernah matahari semesta di malam hari sebelum bumi terlelap dengan nyanyian laut dalam himne burung – burung dan unggas. Bumi adalah ibu bagi pepohonan dan kembang – kembang. Ia membiakkannya, merawatnya, dan menyapihnya. Pepohonan dan kembang – kembang adalah ibu yang baik hati bagi buah – buah dan biji – bijinya. Dan ibu, bentuk sejati dari seluruh keberadaan, adalah jiwa yang abadi, sarat keindahan dan cinta...ungkapan ibu tersembunyi di hati kita, dan kehadirannya melalui bibir kita di saat duka cita atau bahagia, seakan wewangian yang terbit dari jantung mawar, yang memenuhi udara yang jernih atau berawan dengan semerbak harumnya.

~Kahlil Gibran

Tentang Puisi


Tentang Puisi
Puisi bukanlah suatu curahan gagasan. Puisi adalah sebuah nyanyian yang terbit dari pedihnya luka atau bibir yang tersenyum.
Penyair adalah seorang raja yang turun tahta, yang duduk di hamparan debu – debu dan berupaya menampilkan citranya.
Puisi adalah kebijaksanaan yang mempesona hati, kebijaksanaan adalah puisi yang bernyanyi dalam jiwa. Bila kita dapat memikat hati manusia sekaligus bernyanyi dalam jiwanya, dalam kebenaran dia akan hidup dalam bayangan Tuhan.
Terhampar ladang hijau di antara para sarjana dan penyair; bila sarjana sanggup melintasinya dia akan menjadi seorang manusia bijak; bila penyair sanggup melintasinya dia akan menjadi seorang nabi.
Para penyair adalah manusia yang berduka, tak soal, seberapa tinggi semangatnya untuk menggapainya tetap saja mereka tertabiri oleh selubung airmata.
Puisi adalah pemahaman menyeluruh. Lalu bagaimana mungkin engkau mengungkapkannya kepada orang yang memahami namun hanya sebagian?
Seorang penyanyi takkan sanggup menghiburmu dengan nyanyian kecuali jika dia sendiri menyukai lagu – lagunya.
Puisi adalah kilatan cahaya; ia hanya menjelma sekadar komposisi apabila hanya terdiri atas gubahan kata – kata.
Bila engkau berkidung keindahan meski seorang diri di pusat badai, engkau akan mendapatkan seorang pendengar.

~Kahlil Gibran

Tentang Masyarakat dan Kebebasan


Tentang Masyarakat dan Kebebasan

Apakah Tuhan menganugerahkan kami nafas kehidupan untuk menempatkan di bawah kaki kematian? Apakah Dia menganugerahkan kami kebebasan untuk menjadikannya suatu bayang – bayang bagi perbudakan? Dia yang memadamkan nyala semangatnya dengan tangannya sendiri, ada seorang pendusta di mata langit, karena langit meletakkan api yang membara dalam jiwa kita. Dia yang tidak melakukan pemberontakan terhadap penindasan terhadap diri sendiri.
Pikiran menelurkan hukum yang kita buat, namun tak sanggup menghasilkan spirit dalam diri kita.
Manusia selama tujuh abad telah menghasilkan hukum – hukum yang terkotori, hingga tak dapat lagi memahami makna dari hukum yang abadi. Mata seorang manusia telah menjadi terbiasa dengan keredupan cahaya lilin dan tak mampu melihat terang matahari. Penyakit spiritual terus ditularkan dari satu generasi ke generasi lainnya hingga menjadi bagian hidup masyarakat, dan mereka melihatnya bukan sebagai suatu penyakit, namun dianggapnya sebagai pemberian alamiah, yang diberikan Tuhan kepada Adam. Apabila mereka mendapati seseorang yang terbebaskan dari kuman penyakit ini, mereka akan memandangnya dengan rasa malu dan aib.
Burung memiliki suatu kehormatan yang tidak dimiliki oleh manusia. Manusia hidup dalam perangkap dalam hukum – hukum dan tradisi – tradisi yang dibuatnya sendiri, sementara burung – burung hidup seirama dengan hukum alamiah Tuhan, yang menyebabkan bumi berputar mengelilingi matahari.

~Kahlil Gibran

Minggu, 02 Desember 2012


hukumnya tetap diharamkan jilbab yang tidak bersesuaian dengan ajaran Islam dan hal itu tidak bisa dibenarkan. termasuk jilbab tren fashion yang menampakkan bentuk lehernya, jilbab yang dikenakan asal-asalan yang masih menampakkan rambutnya, jilbab yang pendek dan tidak sampai batas dada, dan lain sebagainya. semua itu bukanlah jilbab melainkan hanya sederajat dengan kerudung saja. Seperti perintah Jilbab akan firman ALLAH Subhana wa Ta’ala berikut :

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُوْلِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاء وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya : Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.An-Nuur : 031.

Total Tayangan Laman